Paradigma Adaptability: Ini 4 tips dalam Keberhasilan Pembelajaran

Table of Contents

Pendahuluan

Tahun pandemic COVID- 19 telah memasuki masa masa pemulihan, dengan mempertimbangkan himbauan beberapa negara hingga organisasi yang telah mendeklarasikan bahwa masa masa pandemic telah mengalami penurunan kasus secara signifikan. Masa pandemic ini mengubah cara kita dalam melakukan kegiatan sehari-hari, terkhusus dalam dunia pendidikan dan pekerjaan. Mulai dari Work from Home,Work from Anywhere, Online Meeting, hingga Online Learning menjadi ‘primadona’ bagi setiap individu dalam melaksanakan aktivitas mereka dalam menyelesaikan tugas dan pekerjaan mereka sehari-hari, terutama bidang-bidang yang memerlukan efektifitas penggunaan elektronik, seperti Smartphone, Laptop, dan sebagainya.

Per 8 May 2023, secara global tercatat 766 juta lebih laporan teridentifikasi dengan total 6,9 juta telah meninggal dunia (May 8, 2023 23:54 WIB. Lihat Disini)

*Foto: WHO Coronavirus (COVID-19) Dashboard

Ada banyak sekali proses sirkulasi kegiatan yang perlu mereka aplikasi-kan secara tepat dalam membantu proses kinerja mereka. Adaptability atau Kemampuan Beradaptasi merupakan salah satu fundamental dalam proses manajemen waktu dan perubahan. Kali ini kita akan coba kupas bagaimana bentuk pengaplikasian Adaptability dalam proses membangun habit belajar kerja efektif dalam upaya mencapai keberhasilan pembelajaran.


Mengenal Adaptasi (Adaptability)

Adaptability atau Adaptabilitas merupakan kemampuan individu, kelompok, hingga organisasi dalam mengaplikasikan efisiensi dan fleksibilitas dalam berbagai situasi. Kemampuan berkembang seiring transformasi digital dan cara kita bekerja, sehingga Adaptabilitas dapat digunakan dalam membangkitkan proses berpikir dalam pembelajaran. Bentuk kesadaran manusia akan perubahan-perubahan yang terjadi, membuat kemampuan ini menjadi tolak ukur mereka dalam mengambil keputusan dengan tepat dan terus melakukan kontrol diri dengan maksud agar dapat mengendalikan situasi yang tidak terduga dengan professional sehingga tidak mempersulit proses dan memberikan hasil yang sia-sia.

Paradigma Adaptability yang “menakutkan”

Banyak penelitian yang sependapat bahwa Adaptability merupakan salah satu kunci sukses dalam transformasi dan perubahan yang sistematik. Kemampuan ini membuat kita dapat mengoptimalkan kinerja pembelajaran lebih baik dan membangun peluang lebih besar di masa depan. Namun, tidak bisa dihindarkan bahwa beberapa pembelajaran yang fundamental dan terkesan “kuno” tetap perlu kita pertimbangkan dalam proses pembelajaran kita. Tentu saja ini akan menghambat proses perubahan tersebut. Ini disebut sebagai paradoks adaptabilitas[1].

Ini cukup mengganggu, mengingat informasi belajar akan terus berkembang seiring dengan implementasi terhadap masalah-masalah yang timbul di masa sekarang. Implementasi fundamental yang tidak relevan lagi dengan kondisi sekarang membuat proses adaptasi terhadap pembelajaran terbaru menjadi terhambat. Bahkan bentuk pembelajaran yang positif bisa menjadi negatif dikarenakan tetap mempertahankan implementasi fundamental yang tidak relevan tersebut.

Adaptability positif dalam mengubah “paradoks”

Menghindari paradoks ini, kita perlu mengubah kebiasaan dan mencoba seirama dengan perubahan dan meminimalisir ketidakpastian dengan Adaptability sebagai keterampilan dinamis yang memberikan manfaat, secara khusus dalam proses pembelajaran sehingga mendapatkan manfaat yang lebih dalam. Adaptability merupakan kemampuan yang berkembang. Ketekunan dan dinamis akan perubahan akan meningkatkan kemampuan ini dan memberikan entitas yang kuat dalam menghadapi perubahan pembelajaran yang akan datang. Namun, apakah sepenting itu membangun Adaptability dalam pribadi kita, terkhusus para pembelajar?


Sepenting itukah membangun Adaptability ?

Sebenarnya, kita telah melakukan adaptabilitas dengan bukti ketangguhan yang telah ada selama krisis COVID-19. Adaptability sangat bergantung dengan tingkatan ketangguhan setiap individu manusia. Tingkatan ketangguhan tersebut membantu kita dalam merespons tantangan yang ada secara eksternal. Adaptability hadir dengan merespon bahwa kita tidak hanya bertahan dari keterpurukan, namun membawa kita untuk bangkit dan maju. Implementasi ini fundamental dalam meningkatkan value pribadi, memberikan kebahagiaan dan kepuasan diri, meningkatkan kepercayaan diri menuju jenjang yang lebih tinggi, dan menguatkan diri ketika dalam kondisi terburuk dan bisa membalikkan keadaan dengan lebih mudah.

Ken Cooper, Kepala Global HR untuk Bloomberg juga memberikan pernyataan yang selaras dengan manfaat yang telah disampaikan sebelumnya bahwa dunia sekarang belum tentu sama dengan 5, 10, atau 15 tahun kedepan sehingga kemampuan Adaptability perlu diaplikasikan, tidak hanya oleh pembelajar namun oleh seluruh individu yang perlu melakukan transformasi untuk menghadapi proyeksi di masa yang akan datang.

*Ken Cooper, Kepala Global HR untuk Bloomberg, berbagi wawasannya tentang mengapa menjadi adaptif penting bagi individu dan organisasi agar tetap relevan dalam dunia yang terus berubah.

Implementasi Adaptability dalam keseharian oleh para pemimpin dan ahli

Studi menunjukkan bahwa, Adaptabilitas sangat berkaitan dengan keterampilan psikologis dengan melihat dan menganalisa tempat bertumbuh bagi kepribadian kita. Pada situasi pembelajaran, tingkat Adaptability dapat diimplementasikan dengan persentase yang cukup tinggi. Mengapa? Dunia Ilmu Pendidikan telah berkembang seiring berjalannya perkembangan teknologi yang mendongkrak efektifitas kinerja pembelajaran kita. Ini diharapkan kita dapat lebih kreatif dan percaya diri dalam menentukan bentuk pembelajaran yang tepat dan implementasi yang penting dalam proses perkembangan pembelajaran. Adaptabilitas juga penting untuk kesejahteraan psikologis dan fisik, serta terkait dengan tingkat dukungan sosial yang lebih tinggi dan kepuasan hidup secara keseluruhan.

Sebelum kita melihat cara implementasi Adaptability dalam pembelajaran, salah satu cara sederhana dalam mengaplikasikan kemampuan tersebut dengan mencoba melihat bagaimana para dedikator, pemimpin, dan ahli menerapkan kemampuan ini dalam keseharian mereka. Gambar dibawah ini memberikan klasifikasi bagaimana kita mengimplementasikan Adaptability terhadap fokus fokus utama, yakni Tubuh, Pikiran, dan Jiwa.

Implementasi Adaptability dalam Pembelajaran

Lalu bagaimana cara kita sebagai pembelajar mengimplementasikan Adaptability dalam proses belajar kita? Dalam perkembangannya, telah banyak faktor yang telah teridentifikasi dan membantu dalam memberikan cara dalam meningkatkan Adaptability. Berikut 4 cara tersebut

  1. Melaksanakan pembelajaran sedikit demi sedikit secara konsisten
    Untuk menjadi lebih adaptif, penting untuk melibatkan diri dalam pembelajaran kontinu. Ini dapat dilakukan dengan melibatkan diri dalam kegiatan belajar sedikit demi sedikit secara konsisten. Kita dapat mengalokasikan waktu setiap hari atau minggu untuk mempelajari hal-hal baru atau mengasah keterampilan yang ada. Misalnya, saat membaca buku, mengikuti kursus online, atau mengeksplorasi sumber daya belajar yang tersedia. Dengan melibatkan diri secara teratur dalam pembelajaran, kita dapat memperluas pengetahuan dan keterampilan yang pada gilirannya akan membantu kita beradaptasi dengan lebih baik dalam situasi yang baru.
  2. Mengikuti Komunitas Belajar
    Bergabung dengan komunitas belajar atau kelompok dengan minat yang sama dapat menjadi langkah penting dalam meningkatkan adaptabilitas. Dalam komunitas tersebut, kita dapat berinteraksi dengan orang-orang yang memiliki pengalaman dan pemahaman yang berbeda. Hal ini memungkinkan untuk memperoleh perspektif baru, belajar dari pengalaman orang lain, dan memperluas jaringan belajar. Komunitas belajar juga memberikan kesempatan untuk berkolaborasi dalam pemecahan masalah, berbagi pengetahuan, dan mendapatkan umpan balik konstruktif. Dengan terlibat dalam komunitas belajar, kita dapat mengembangkan keterampilan sosial dan kemampuan untuk beradaptasi dengan pemikiran yang berbeda-beda.
  3. Mencari Mentor yang tepat dalam proses pembelajaran
    Mentor adalah seseorang yang memiliki pengalaman dan pengetahuan yang lebih luas dalam bidang yang ingin kita pelajari. Mencari mentor yang tepat dapat membantu mempercepat pembelajaran dan mengembangkan adaptabilitas. Mentor dapat memberikan panduan, nasihat, dan umpan balik yang berharga berdasarkan pengalamannya sendiri. Mereka dapat membantu mengatasi rintangan dan memberikan wawasan baru. Dengan memiliki mentor, kita akan memiliki sumber inspirasi dan dukungan yang membantu berkembang dan beradaptasi dalam lingkungan yang terus berubah.
  4. Membangun Growth Mindset
    Penting untuk mengembangkan pola pikir pertumbuhan atau Growth Mindset untuk meningkatkan adaptabilitas. Growth mindset adalah keyakinan bahwa kemampuan dan keterampilan dapat dikembangkan melalui upaya, latihan, dan pembelajaran yang terus-menerus. Dalam konteks adaptabilitas, ini berarti memiliki keyakinan bahwa kita dapat belajar, tumbuh, dan beradaptasi dengan situasi baru. Penting untuk melihat tantangan sebagai peluang untuk belajar, kesalahan sebagai bagian dari proses pembelajaran, dan umpan balik sebagai sarana untuk peningkatan. Dengan membangun Growth Mindset, kita menjadi lebih terbuka terhadap perubahan, lebih siap untuk menghadapi tantangan, dan lebih mudah beradaptasi dengan situasi yang baru.

Kalian juga bisa memperhatikan pola berpikir yang sering kita alami dalam proses pembelajaran. Tanpa kita sadari, kita selalu punya anggapan yang membuat kita kurang fleksibel dalam proses pembelajaran. Namun, jika kita dapat mengidentifikasi pola pikir tersebut dan mengidentifikasi dari berbagai sudut pandang maka kita akan berada diposisi dalam dunia yang menawarkan lebih banyak kemungkinan. Pola pikir ini disatukan dan disebut dengan Adaptable Learning Mindsets.

Akhir Kata

Akhirnya, kita seharusnya memahami bahwa adaptabilitas adalah keterampilan yang dikuasai melalui latihan berkelanjutan—kemampuan untuk “belajar cara belajar” tidak muncul begitu saja dalam semalam. Mereka yang memiliki keberanian dan kerendahan hati untuk melakukannya dapat menguasai keterampilan adaptabilitas mereka tepat saat dibutuhkan yang paling penting. Di dunia yang selalu berubah, itu adalah kumpulan keterampilan yang sangat penting.

All fixed set patterns are incapable of adaptability or pliability. The truth is outside of all fixed patterns
– Bruce Lee

*Foto: instagram @brucelee

Apakah kalian ingin menjadi pembelajar yang adaptif? Setiap kelas di Eudeka beradaptasi dalam memberikan materi pembelajaran yang memberikan keleluasaan kepada pembelajar dalam mengaplikasikan Adaptability, salah satunya pembelajaran Data Analyst dari Eudeka. Kamu dapat mengunjungi alamat https://www.smk.dev/learning-path/data-analyst/ untuk melihat alur pembelajarannya, atau join grup WhatsApp disini. Sampai jumpa di blog selanjutnya.

Bagikan Artikel Ini

Table of Contents

Bagikan Artikel Ini

Lanjutkan Membaca

Temukan & cerna bacaan yang memperluas wawasan tentang Transformasi Digital Pendidikan